Maksorbar – When a few Workers Cyclist gather in the afternoon

‘Maksobar’ is a simple event, where workers cyclists gather to chat and enjoy snacksin the afternoon. Why in the afternoon? Due to these cyclists workers done working activities in the afternoon. Continue reading

Advertisements

Jangan sungkan bersepeda…

Saat ini banyak fasilitas pendukung (sepeda) yang sudah dibuat oleh pemerintah lokal maupun beberapa pengusaha di kota Palembang. Bike-lane di Kota Palembang sudah tersedia, membentang dari Benteng Kuto Besak (BKB-red) sampai dengan kambang Iwak (KI-red). Dan untuk bike-park, (dari yang pernah saya temui) sudah beberapa instansi, pertokoan hingga arena futsal yang menyediakan parkiran sepeda. Seperti Palembang Trade Center, Arena Futsal di daerah Rambang, dan Palembang Indah Mall. Continue reading

Mr. Soemitro Usman

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, untuk aktifitas sehari-hari saya sering mengandalkan sebuah sepeda sebagai alat transportasi. Bahkan untuk pergi/pulang kantor, saya juga menggunakan sepeda.

Disaat perjalanan ke kantor, saya sering berpapasan dengan pesepeda lainnya. Kadang mereka lebih ‘ajaib’ dari saya, ada yang sepeda untuk membawa pempek, sayur, bahkan Kursi bambu. Tetapi dari seluruh pesepeda yang sering berpapasan, hanya satu yang paling menarik perhatian saya. Seorang bapak atau mungkin lebih tepat dibilang sebagai “kakek”, dilihat dari raut wajah dan postur tubuh–mirip sekali dengan Opa Akib (opa saya-red). Continue reading

Puasa hari kedua 2#

Ternyata biarpun bulan puasa, dan sedang menjalankan ibadah puasa. Bersepeda ke kantor itu lebih menyenangkan, haus tidak terasa dan tidak terlalu lelah. Hal itu mungkin juga disebabkan jarak makan dan bersepeda cukup jauh. Dibandingkan hari biasa yang jarak waktu antara sarapan dan bersepeda cukup dekat, sehingga kebutuhan oksigen juga menjadi double–kerja jantung juga double.

sebagian besar uphill

Continue reading

“Munyuk” (Dahon Easy6) visiting Palembang

Friend of mine says: “1 picture, equal with a tons of words”. enjoy:

Munyuk is Dahon Easy-6 Folding Bike. The Cassette has been upgrading, from 6speed to 9speed. And also for rear derailleur has been upgrade using Shimano-XTR. Even using the small rims, it’s very light when cycling at Up-Hill course.

At first picture, there is a Man who repairing Munyuk. He’s a legend, he could repair whatever type of bike and he also expert on spoke settings. Some local motorcycle racing-team always use him to setting their rim’s spokes before the race.

Last words: “Traveling at Palembang, much enjoyable if u use bicycle. Because u can go where ever u want too.”

PS: Special Thanks to Rifa Ilyasa of Bike to Work.

Jakarta 16-18 July 2010 – Meet n greet pesepeda Indonesia

Pada hari jum’at kemarin (16/7) saya dan Om Ichin terbang menuju Jakarta untuk menghadiri sebuah Kongres yang diadakan untuk para komuter sepeda. Kami berdua sangat semangat sekali untuk mengunjungi Jakarta, selain kongres tersebut, kami tidak sabar untuk bertemu para komuter sepeda dari seluruh propinsi di Indonesia.

Wow, untuk peserta Kongres disediakan penginapan di Hotel Sultan. Sebuah Hotel yang terbilang mewah didaerah Jakarta Selatan. Seumur-umur belum pernah nginep di hotel semewah ini—OOT.

Okay, selama kongres tersebut saya banyak bertemu para pesepeda yang luar biasa. Dimulai dari Om Toto (dkk) dari Bike2Work yang konsisten merintis komunitas bike2Work dari NOL menajdi sebesar saat ini. Di Expo saya bertemu rekan-rekan dari Continue reading

New Helmet was arrived (14/7)-Horrayyy

Setelah beberapa minggu hunting helm di kota Palembang, dengan tanpa membuahkan hasil. Akhirnya beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah web-site yang menjual aksesoris sepeda (SayangSepedaKu). Dan akhirnya saya menemukan helm yang saya cari, itu adalah produk United (X-5). Yang membuat saya lebih tertarik, biarpun dengan beban ongkos kirim, masih tetap lebih murah 20,000 IDR dibandingkan saya harus beli helm dengan merek dan tipe yang sama di kota Palembang. Continue reading

Accompanied Yunara and Rahma to Boombaru port (6/6)

On last Tuesday, its first time to have a morning cycling at 4:30a. Willingness to take Yunara and Rahma to the Boombaru port has defeating my drowsiness. The road still empty, there are only a small number of motorcycles and cars that passed me by. Precisely when Adzan Shubuh reverb I finally arrived at Pakjo, the resident of Amran. First I do is perform the Sholat “Shubuh” at the mosque near Amran’s House. Continue reading